ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir
di dalam hatiku
Sbagai prasasti trimakasihku
‘tuk pengabdianmu
Engkau sbagai pelita
dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk
dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
tanpa tanda jasa
Biarpun masih muda, mukanya selalu murung menatap masa depan. Menghitung gaji bulan depan yang sudah habis dihutang. Sialnya lagi, sekolah tempatnya mengajar, semalam baru saja roboh tidak kuat menahan usianya.
Sejak semalam matanya tidak mau dipicingkan, teringat akan murid-muridnya menghadapi Ujian Nasional sebentar lagi. Bukannya dia yang malas atau murid-muridnya bodoh, sebab semua cara dia sudah lakukan untuk mengajar. Tapi apalah daya, mengajar sepak bola, bola sekolah yang sudah di janjikan sejak tahun lalu belum lagi datang. Mengajar Biologi, -itu pun terpaksa dia kerjakan karena di sekolahnya tidak ada guru biologi- inginnya mengajar mikrobiologi, apa daya, terakhir menggunakan mikroskop itu pun semester 4 di kampusnya berapa tahun lalu, sedangkan siswa-siswanya hanya mendengarkan dongengnya saja tentang kehidupan mikroba.
Wajahnya semakin letih, semakin letih…
***
Saya rasa cerita diatas sudah sering kita dengar keluar masuk telinga kita. Ya, dia adalah guru-guru kita, guru-guru bangsa yang letih ini.
Sementara kerusakan sarana & prasarana pendidikan semakin parah, tiap hari kita dengar bahwa gedung sekolah roboh, keselamatan guru dan murid pun terancam, ini jelas perlu tindakan segera dari pemerintah. Kurangnya guru di desa karena pindah ke sekolah yang lebih bonafide atau pindah profesi karena gaji yang diterima sebagai guru tidak cukup. Siswa yang semakin sedikit akibat urbanisasi. Buruknya birokrasi. Mental feodal di kalangan birokrat dan mental penjilat dikalangan karyawan menambah runyamnya suasana kemerdekaan berkreasi di dunia pendidikan. Kesejahteraan, dimana dijanjikan bahwa anggaran pendidikan sebesar 20% pada kenyataannya tidak sekaligus dilaksanakan.
Entah sampai kapan masalah ini akan terus bergulir dan terus berlanjut. Namun gerakan pemikiran progresif semakin meningkat di berbagai komunitas, namun masih perlu publikasi dan kerja nyata di masyarakat dan memperlihatkan langkah nyata bahwa mereka tulus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tercinta ini.
Semoga bangsa ini memahami…
Recent Comments