Mungkin ada di antara kita yang pernah mencoba melakukan pengobatan dengan thibbun nabawi dengan minum madu misalnya atau habbah sauda`. Atau dengan ruqyah membaca ayat-ayat Al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak merasakan pengaruh apa-apa. Penyakitnya tak kunjung hilang. Ujung-ujungnya, kita meninggalkan thibbun nabawi karena kurang percaya akan khasiatnya, lalu beralih ke obat-obatan kimiawi. Mengapa demikian? Mengapa kita tidak mendapatkan khasiat sebagaimana yang didapatkan Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu ketika meruqyah dirinya dengan Al-Fatihah? Atau seperti yang dilakukan oleh seorang shahabat ketika meruqyah kepala suku yang tersengat binatang berbisa di mana usai pengobatan si kepala suku (pemimpin kampung) sembuh seakan-akan tidak pernah merasakan sakit?
Mengapa Thibbun Nabawi bisa tidak berpengaruh pada kita ???
11 11 2008Comments : Leave a Comment »
Categories : Thibun Nabawi
FAKTA THIBUN NABAWI (MADU)
7 11 2008Taukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh kalangan medis di pertengahan abad ke-18.
Comments : Leave a Comment »
Categories : Thibun Nabawi
Sikap Rasulullah Terhadap Makanan dan Cara Makan Beliau
26 10 2008Dalam kitab yang ditulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah dihimpun tulisan beberapa etika dan petunjuk bagaimana Rasul makan dan minum.
Rasulullah tidak pernah menolak makanan yang ada dan tidak pernah pula membebani dengan mencari makanan yang tidak ada. Apapun makanan yang baik yang ada di dekat beliau tentu beliau memakannya, terkecuali beliau tidak menyukainya beliau tidak pernah mencelanya sama sekali. Sebagai contoh ketika sahabat memakan daging kadal padang pasir, karena Rasulullah tidak terbiasa memakannya beliau hanya memandang saja para sahabat yang sedang makan. Saat itu sahabat langsung berhenti makan melihat Rasul yang tidak makan, mereka bertanya apakah kadal padang pasir ini termasuk haram? Rasulullah menjawab, tidak hanya saja beliau tidak biasa makan kadal padang pasir, namun beliau tidak mencela makanan itu sama sekali.
Comments : Leave a Comment »
Categories : Thibun Nabawi
Konsep Sehat dan Sakit Menurut Islam
26 10 2008Sakit dan penyakit merupakan suatu peristiwa yang selalu menyertai hidup manusia sejak jaman Nabi Adam. Kita memahami apapun yang menimpa manusia adalah takdir, sakit pun merupakan takdir. Lantas kalau sakit merupakan takdir, kalau kita sakit kenapa harus mencari sehat /kesembuhan? Lantas bua apa dan apa manfaat berobat? Dari sinilah landasan kita berpijak dalam memahami sehat, sakit, obat dan upaya pengobatan.
SEHAT – SAKIT PANDANGAN ALQURAN
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
(Al Quran Surah Al Anbiyaa’ [21]:83-84)
Comments : Leave a Comment »
Categories : Thibun Nabawi
Kedokteran dalam Islam (Sejarah & Perkembangannya); Sebuah Pengantar Thibbun Nabawi
26 10 2008Pendahuluan
Ikhtiar manusia dalam mengatasi penyakit yang dideritanya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Berawal dari insting yang diberikan Allah, manusia mampu mengatasi penyakitnya. Selanjutnya pengetahuan mengenai penyakit dan ilmu pengobatan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia.
Dalam perjalanannya, ilmu pengetahuan seolah-olah terbagi dua kutub yang berbeda, antara pengobatan timur dan pengobatan barat. Kini seakan-akan barat mengklaim perkembangan ilmu kedokteran saat ini murni dari peradaban barat.
Comments : 1 Comment »
Categories : Thibun Nabawi, pendidikan
Recent Comments